Sunday, August 6, 2017

BUDIDAYA JAMBU JAMAIKA

sebelum menanam jambu bol jamaika kita harus mengetahui dulu bagaimana sifat dan syarat untuk menanam jambu bol jamaika. Menurut sentra informasi ilmu pengetahuan dan teknologi Syarat untuk tanaman jambu bol adalah sebagai berikut:
Hasil gambar untuk jambu bol jamaika
Iklim
Tanaman jambu bol dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki curah hujan 500–3.000 mm/tahun.
Tanaman Jambu bol jamika memerlukan intensitas cahaya matahari sebesar 40-80%, jadi tanamlah di area yang banyak sinar matahari.
Temperatur yang ideal untuk pertumbuhan tanaman jambu bol adalah 18–28°C dengan Kelembaban udara antara 50–80%.

Media Tanam
Tanah yang cocok untuk menanam jambu bol jamika adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik.
Tanah Inseptisol sangat baik, sedangkan tanah yang tidak terlalu subur seperti Ultisol dan Oksisol (Podsolik Merah Kuning) masih baik untuk budidaya jambu bol setelah diberi pupuk dan kapur.
Tanah untuk tanaman jambu bol dengan keasaman (pH) antara 5,5-7,5 sangat cocok untuk pertumbuhannya.

Ketinggian Tempat
Tanaman jambu bol bisa ditanamn di berbagai tempat karena mempunyai daya adaptasi yang sangat besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai ketinggian 1.200 m dpl.

Setelah mengetahui sifat dan syarat jambu bol, kini saatnya mengetahui bagaimana teknik penanaman jambu bol jamaika:
Hasil gambar untuk jambu bol jamaika


  1. Siapkan bibt tanaman jambu bol jamaika, jika belum punya segera beli di tukang bibit tanaman,
  2. Setelah tanaman bibit jambu bol didapatkan saatnya menggali tanah untuk Pembuatan Lubang Tanam. Lubang tanam dibuat dengan menggali lahan berukuran 50x50x50 cm
  3. Taburkan insektisida 100 gram Furadan 3 G dan 100-150 gram campuran urea, SP-36 dan KCl (2:1:1) ke dalam lubang tanam. Kalau tidak ada pakai pupuk kandang saja yaitu memasukan kotoran kambing ke dalam lubang.
  4. Sobek polybag
  5. keluarkan bibit beserta tanahnya dan tanamkan pada lubang.
  6. Siram secukupnya
  7. Timbun dengan tanah sampai pangkal batang.
  8. Padatkan tanah di sekitar batang.
  9. Pasang tiang penyangga di sisi kiri/kanan dan ikat tanaman jambu bol jamaika ke tiang penyangga.
  10. Siram jambu jamaika setiap pagi dan sore selama 1 bulan
  11. Setelah 1 bulan siram sehari sekali
  12. Setelah 2 bulan siram 2 kali sehari
  13. Berikan pupuk dan semprot dengan pembasmi hama, dan perangsang daun.
  14. Setelah 3 bulan lebih siram dan kasih pupuk secukupnya.
  15. Bersihkan di area pangkal pohon dari rumput dan kotoran lainnya




Saturday, August 5, 2017

BUDIDAYA JAMBU MADU

Jambu madu memiliki tiga jenis:
 1. yang pertama adalah jenis jambu madu DELI HIJAU
     Jambu madu Deli Hijau adalah jambu air madu yang berwarna hijau yang memiliki tingkat kemanisan yang luar biasa, karna memeng kita sudah sama mengetahui jika jambu memang sudah diteliti oleh Universitas Sumatera Utara memiliki tingkat kemanisan yang dapat mengalahkan kemanisan dari buah lainnya seperti Apel dan lain sebagainya. jambu madu hijau juga tidak memiliki biji didalamnya dan memiliki daging yang rapuh yang membuat lezit saat dimakan. perbedaan yang sangat mendasar dibandingkan dengan jambu madu lainnya adalah jambu madu Deli Hijau ini yang pertama, lebih cepat berbuah, jika bibit yang ditanam itu berumur 3-4 bulan mulai pencangkokan yang biasanya memiliki tinggi sekitar 60-70 cm, maka ia akan berbuah pada umur 8-9 bulan dengan perawatan yang standat (sesuai dengan pembicaraan kita sebelumnya). kemudian yang kedua adalah jauh lebih lebat buahnya walau memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan jambu madu lainnya.
Foto Husna Pradana.

2. Jambu madu KESUMA MERAH
      Sesuai dengan namanya jambu Kesuma Merah adalah jambu madu air yang berwarna merah, memiliki tingkat kerapuhan yang sangat tinggi, menurut saya hal ini lah yang sagat membedakan dengan jambu madu lainnya, kerapuhan terkadang membuat kita sulit untuk memecahkan jambu ini ketika ingin dimakan, kemudian yang membedakaknnya dengan yang lain adalah ketiadaan lubang didalam jambu madu kesuma merah ini, jangankan biji lubangnya saja tidak ada sehingga dagingnya padat dan sangat rapuh, selain itu warnanya yang merah membuat para pelanggan lebih memilih jambu ini. Namun jambu kesuma merah ini memiliki waktu yang lebih lama berbuahnya, hal ini dikarenakan pohonnya yang besar dibandingkan dengan jambu madu deli hijau.
Foto Ocha.

3. Jambu Madu SUPER GREEN ( Jambu Madu Super)
         Dari nama jambu madu ini mungkin sudah terbayang dalam pikiran kita yaitu jambu madu yang super alias yang besar dan berwarnanya hijau. besarnya jambu madu ini dapat mencapai ukuran satu botol aqua gelas, kalau ditimbang beratnya 1 kg 4 buah, selain besar bentuknya juga panjang hal ini dapat kita lihat dari gambar jambu diatas. walau ukurannya besar namun tidak mengurangi rasa manis yang terdapat pada jambu madu ini, jika anda memakan jambu madu Super Green ini maka manisnya akan terasa dari atas sampai ke bawah. jika kita lihat dari warna memang sama dengan jambu madu Deli Hijau tetapi jika sudah tua atau masak jambu ini akan sedikit berwarna hijau kekuning-kuningan. kemudian waktu berbuah jambu ini dapat disamakan dengan jambu madu Kesuma Merah yaitu waktunya sekitar 13-15 bulan berbuah, dan karena  buahnya besar-besar maka jambunya juga tak selebat jambu madu Deli Hijau, tetapi karena pohonnya terbilag lebih besar maka jambunya juga dapat berbuah dengan banyak.
Foto Alafuw Nor Indrano.