Thursday, March 23, 2017

Budidaya Jeruk Bali

Pembibitan
Tanaman jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan 3 cara, yakni dengan cara generatif, vegetatif, serta gabungan dari kedua cara tersebut.

    Hasil gambar untuk Syarat Ideal Untuk Budidaya Jeruk Bali

Sebetulnya teknik budidaya jeruk bali sama dengan jenis jeruk lainnya, seperti jeruk lemon maupun jeruk nipis. Berikut ini beberapa syarat tumbuh buah hasil budidaya jeruk bali :

1. Pastikan lahan budidaya jeruk bali tidak sempit karena satu pohon jeruk bali membutuhkan area sekitar 7×8 meter agar tumbuh optimal dan berbuah banyak.

2. Pastikan lahan budidaya jeruk bali ditanam di area bersuhu maksimal 30 derajat celcius.

3. Buah jeruk bali paling baik jika ditanam di daerah dataran tinggi. Namun demikian, di dataran rendah pun budidaya jeruk bali dapat dilakukan asalkan cukup air, banyak sinar matahari dan bebas hama.

4. Tanaman di kebun budidaya jeruk bali membutuhkan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.

5. Lahan budidaya jeruk bali yang paling baik adalah jenis tanah lempung berpasir.

6. Tanaman ini tidak terlalu menyukai angin karena dapat merontokkan buah.dan bunga.

7. Kebun budidaya jeruk bali idealnya memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 5,5 hingga 6,5.

8. Tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang sehingga diperlukan drainase yang baik di kebun budidaya jeruk bali.

Pedoman Teknis Budidaya Jeruk Bali

Seperti halnya membudidayakan jenis tanaman lain, budidaya jeruk bali juga dapat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam budidaya jeruk bali ialah penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan penyiraman (perawatan) serta pemanenan. Berikut ini ulasannya :

Penyiapan Lahan Budidaya Jeruk Bali
Budidaya jeruk bali juga membutuhkan lahan yang subur dan gembur. Untuk itu, sebelum Anda mulai menanam bibit jeruk bali Anda, penggemburan dapat Anda lakukan dengan cara
  • Cara generatif dilakukan dengan mengambil biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua. Biji tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari selama 2 - 3 hari sampai lender yang menyelimuti biji tersebut hilang. Biji yang sudah kering tersebut selanjutnya ditanam di ladang persemaian. Cara generatif ini memiliki kekurangan, yakni butuh waktu yang lama, sekitar 5 – 6 tahun, untuk menunggu tanaman jeruk nipis berbuah. Kelebihannya, batang pohon yang diperoleh dengan cara generatif ukurannya lebih besar dan lebih kokoh.
  • Cara Vegetatif dilakukan dengan mencangkok cabang atau ranting pohon jeruk nipis untuk ditanam di lahan tanam. Cabang atau ranting yang akan dicangkok harus dipilih yang umurnya sedang, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Kuliti cabang/ranting tersebut sepanjang 5 – 10 cm, dan kerat kambiumnya sampai bersih, lalu angin-anginkan selama 1 x 24 jam. Setelah itu, tutup bagian cabang/ranting yang telah dikuliti dengan tanah dan bungkus menggunakan sabut kelapa. Ikat kedua ujung sabut tersebut seperti mengikat permen, dan jaga kelembaban cangkokan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah tumbuh banyak akar pada cangkokan, potong cabang/ranting yang dicangkok dan tanamlah di lahan tanam. Tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pencangkokan akan lebih cepat berbuah, namun memiliki batang yang rapuh, dan lebih mudah terserang penyakit.
  • Cara pembibitan dengan menggabungkan cara generatif dan vegetatif disebut juga okulasi. Cara ini dapat dilakukan jika ada tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pembibitan secara generatif yang memiliki batang kuat dan tahan penyakit. Untuk melakukan okulasi, ambillah mata tunas dari pohon jeruk nipis (bisa juga jenis jeruk lainnya) yang buahnya besar dengan cara mengirisnya dari batang sedalam 1,5 cm. Bersihkan ujung-ujung irisan tersebut hingga berbentuk segi empat. Buat pula lubang segiempat dengan ukuran yang sama pada batang induk dan masukkan irisan mata tunas tadi ke lubang batang induk. Saat memasukkan atau menempel irisan mata tunas ke batang induk, jaga agar tidak ada kotoran yang menempel pada kambium, karena akan mengganggu proses pertumbuhan mata tunas. Setelah mata tunas ditempelkan, ikat dengan tali plastik. Dua minggu setelah proses okulasi, hasilnya sudah bisa dilihat, apakah berhasil atau tidak. Jika berhasil, mata tunas tersebut akan berwarna hijau segar dan melekat dengan sempurna pada batang induk.
Penanaman
Hasil gambar untuk Syarat Ideal Untuk Budidaya Jeruk Bali

Sebetulnya teknik budidaya jeruk bali sama dengan jenis jeruk lainnya, seperti jeruk lemon maupun jeruk nipis. Berikut ini beberapa syarat tumbuh buah hasil budidaya jeruk bali :

1. Pastikan lahan budidaya jeruk bali tidak sempit karena satu pohon jeruk bali membutuhkan area sekitar 7×8 meter agar tumbuh optimal dan berbuah banyak.

2. Pastikan lahan budidaya jeruk bali ditanam di area bersuhu maksimal 30 derajat celcius.

3. Buah jeruk bali paling baik jika ditanam di daerah dataran tinggi. Namun demikian, di dataran rendah pun budidaya jeruk bali dapat dilakukan asalkan cukup air, banyak sinar matahari dan bebas hama.

4. Tanaman di kebun budidaya jeruk bali membutuhkan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.

5. Lahan budidaya jeruk bali yang paling baik adalah jenis tanah lempung berpasir.

6. Tanaman ini tidak terlalu menyukai angin karena dapat merontokkan buah.dan bunga.

7. Kebun budidaya jeruk bali idealnya memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 5,5 hingga 6,5.

8. Tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang sehingga diperlukan drainase yang baik di kebun budidaya jeruk bali.

Pedoman Teknis Budidaya Jeruk Bali

Seperti halnya membudidayakan jenis tanaman lain, budidaya jeruk bali juga dapat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam budidaya jeruk bali ialah penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan penyiraman (perawatan) serta pemanenan. Berikut ini ulasannya :

Penyiapan Lahan Budidaya Jeruk Bali
Budidaya jeruk bali juga membutuhkan lahan yang subur dan gembur. Untuk itu, sebelum Anda mulai menanam bibit jeruk bali Anda, penggemburan dapat Anda lakukan dengan cara
  • Untuk proses penanaman bibit jeruk nipis, baik yang diperoleh dengan cara generatif maupun vegetatif dilakukan dengan terlebih dahulu mengolah lahan tanam. Pilihlah lokasi tanam yang baik, bersihkan dari rumput serta tumbuhan pengganggu lainnya.
  • Buatlah lubang tanam berukuran 80 x 80 x 80 cm, dan biarkan lubang tanam tersebut selama 2 – 4 minggu. Setelah itu masukkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 20 kg untuk setiap lubang tanam, dan biarkan kembali selama 5 – 7 hari.
  • Selanjutnya bibit jeruk sudah dapat ditanam pada lubang tanam dengan jarak tanam sekitar 5 x 5 meter atay 6 x 6 meter.

Perawatan
  • Jika kondisi tanah tidak seberapa subur, pemupukan harus dilakukan secara kontinyu dan teratur setiap 2 – 3 bulan sekali berupa pupuk kandang atau kompos serta pupuk buatan seperti urea, TSP, KCL dan jenis pupuk lainnya. Jika kondisi tanah subur, pemupukan lanjutan dapat dilakukan setelah tanaman jeruk nipis berumur 4 tahun.
  • Penyiangan tanaman dari rumput dan tumbuhan pengganggu dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi tanah di sekitar tanaman. Untuk membersihkannya dapat digunakan golok, koret atay cangkul.
  • Meskipun tanaman jeruk nipis menyukai tempat terbuka dengan sinar matahari yang cukup, tanaman ini juga membutuhkan air, terutama pada saat sedang berbunga dan berbuah. Disaat tanaman mulai berbunga, buatlah lubang di sekeliling pohon jeruk sedalam 10 – 15 cm dengan jarak sekitar 40 – 50 cm dari batang pohon dan gunakan lubang tersebut untuk menyiram tanaman dengan cara memasukkan air ke dalam lubang tersebut.
  • Agar tajuk pohon jeruk nipis memiliki bentuk yang simetris, lakukan pemangkasan. Dengan bentuk yang simetris, tanaman akan dapat menyerap sinar matahari dengan lebih optimal. Selain itu, pemangkasan juga dapat dipakai untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Cara melakukan pemangkasan adalah dengan memotong batang tanaman setinggi 60 cm dari atas tanah. Pada batang yang terpotong tersebut, nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru. Pilihlah 3 – 4 tunas untuk dijadikan cabang utama/primer, dan buang/pangkas tunas yang lain. Setelah tanaman berumur setahun dan cabang primer sudah terbentuk, lakukan kembali pemangkasan pada cabang tersebut hingga panjangnya hanya tinggal sekitar 20 cm. Dari cabang primer tersebut nantinya akan tumbuh cabang sekunder. Pilihlah 3 – 4 tunas yang akan dijadikan cabang sekunder, dan buang/pangkas tunas yang lain.

No comments:

Post a Comment