Thursday, March 23, 2017

Budidaya Jeruk Bali

Pembibitan
Tanaman jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan 3 cara, yakni dengan cara generatif, vegetatif, serta gabungan dari kedua cara tersebut.

    Hasil gambar untuk Syarat Ideal Untuk Budidaya Jeruk Bali

Sebetulnya teknik budidaya jeruk bali sama dengan jenis jeruk lainnya, seperti jeruk lemon maupun jeruk nipis. Berikut ini beberapa syarat tumbuh buah hasil budidaya jeruk bali :

1. Pastikan lahan budidaya jeruk bali tidak sempit karena satu pohon jeruk bali membutuhkan area sekitar 7×8 meter agar tumbuh optimal dan berbuah banyak.

2. Pastikan lahan budidaya jeruk bali ditanam di area bersuhu maksimal 30 derajat celcius.

3. Buah jeruk bali paling baik jika ditanam di daerah dataran tinggi. Namun demikian, di dataran rendah pun budidaya jeruk bali dapat dilakukan asalkan cukup air, banyak sinar matahari dan bebas hama.

4. Tanaman di kebun budidaya jeruk bali membutuhkan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.

5. Lahan budidaya jeruk bali yang paling baik adalah jenis tanah lempung berpasir.

6. Tanaman ini tidak terlalu menyukai angin karena dapat merontokkan buah.dan bunga.

7. Kebun budidaya jeruk bali idealnya memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 5,5 hingga 6,5.

8. Tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang sehingga diperlukan drainase yang baik di kebun budidaya jeruk bali.

Pedoman Teknis Budidaya Jeruk Bali

Seperti halnya membudidayakan jenis tanaman lain, budidaya jeruk bali juga dapat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam budidaya jeruk bali ialah penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan penyiraman (perawatan) serta pemanenan. Berikut ini ulasannya :

Penyiapan Lahan Budidaya Jeruk Bali
Budidaya jeruk bali juga membutuhkan lahan yang subur dan gembur. Untuk itu, sebelum Anda mulai menanam bibit jeruk bali Anda, penggemburan dapat Anda lakukan dengan cara
  • Cara generatif dilakukan dengan mengambil biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua. Biji tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari selama 2 - 3 hari sampai lender yang menyelimuti biji tersebut hilang. Biji yang sudah kering tersebut selanjutnya ditanam di ladang persemaian. Cara generatif ini memiliki kekurangan, yakni butuh waktu yang lama, sekitar 5 – 6 tahun, untuk menunggu tanaman jeruk nipis berbuah. Kelebihannya, batang pohon yang diperoleh dengan cara generatif ukurannya lebih besar dan lebih kokoh.
  • Cara Vegetatif dilakukan dengan mencangkok cabang atau ranting pohon jeruk nipis untuk ditanam di lahan tanam. Cabang atau ranting yang akan dicangkok harus dipilih yang umurnya sedang, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Kuliti cabang/ranting tersebut sepanjang 5 – 10 cm, dan kerat kambiumnya sampai bersih, lalu angin-anginkan selama 1 x 24 jam. Setelah itu, tutup bagian cabang/ranting yang telah dikuliti dengan tanah dan bungkus menggunakan sabut kelapa. Ikat kedua ujung sabut tersebut seperti mengikat permen, dan jaga kelembaban cangkokan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah tumbuh banyak akar pada cangkokan, potong cabang/ranting yang dicangkok dan tanamlah di lahan tanam. Tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pencangkokan akan lebih cepat berbuah, namun memiliki batang yang rapuh, dan lebih mudah terserang penyakit.
  • Cara pembibitan dengan menggabungkan cara generatif dan vegetatif disebut juga okulasi. Cara ini dapat dilakukan jika ada tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pembibitan secara generatif yang memiliki batang kuat dan tahan penyakit. Untuk melakukan okulasi, ambillah mata tunas dari pohon jeruk nipis (bisa juga jenis jeruk lainnya) yang buahnya besar dengan cara mengirisnya dari batang sedalam 1,5 cm. Bersihkan ujung-ujung irisan tersebut hingga berbentuk segi empat. Buat pula lubang segiempat dengan ukuran yang sama pada batang induk dan masukkan irisan mata tunas tadi ke lubang batang induk. Saat memasukkan atau menempel irisan mata tunas ke batang induk, jaga agar tidak ada kotoran yang menempel pada kambium, karena akan mengganggu proses pertumbuhan mata tunas. Setelah mata tunas ditempelkan, ikat dengan tali plastik. Dua minggu setelah proses okulasi, hasilnya sudah bisa dilihat, apakah berhasil atau tidak. Jika berhasil, mata tunas tersebut akan berwarna hijau segar dan melekat dengan sempurna pada batang induk.
Penanaman
Hasil gambar untuk Syarat Ideal Untuk Budidaya Jeruk Bali

Sebetulnya teknik budidaya jeruk bali sama dengan jenis jeruk lainnya, seperti jeruk lemon maupun jeruk nipis. Berikut ini beberapa syarat tumbuh buah hasil budidaya jeruk bali :

1. Pastikan lahan budidaya jeruk bali tidak sempit karena satu pohon jeruk bali membutuhkan area sekitar 7×8 meter agar tumbuh optimal dan berbuah banyak.

2. Pastikan lahan budidaya jeruk bali ditanam di area bersuhu maksimal 30 derajat celcius.

3. Buah jeruk bali paling baik jika ditanam di daerah dataran tinggi. Namun demikian, di dataran rendah pun budidaya jeruk bali dapat dilakukan asalkan cukup air, banyak sinar matahari dan bebas hama.

4. Tanaman di kebun budidaya jeruk bali membutuhkan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.

5. Lahan budidaya jeruk bali yang paling baik adalah jenis tanah lempung berpasir.

6. Tanaman ini tidak terlalu menyukai angin karena dapat merontokkan buah.dan bunga.

7. Kebun budidaya jeruk bali idealnya memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 5,5 hingga 6,5.

8. Tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang sehingga diperlukan drainase yang baik di kebun budidaya jeruk bali.

Pedoman Teknis Budidaya Jeruk Bali

Seperti halnya membudidayakan jenis tanaman lain, budidaya jeruk bali juga dapat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam budidaya jeruk bali ialah penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan penyiraman (perawatan) serta pemanenan. Berikut ini ulasannya :

Penyiapan Lahan Budidaya Jeruk Bali
Budidaya jeruk bali juga membutuhkan lahan yang subur dan gembur. Untuk itu, sebelum Anda mulai menanam bibit jeruk bali Anda, penggemburan dapat Anda lakukan dengan cara
  • Untuk proses penanaman bibit jeruk nipis, baik yang diperoleh dengan cara generatif maupun vegetatif dilakukan dengan terlebih dahulu mengolah lahan tanam. Pilihlah lokasi tanam yang baik, bersihkan dari rumput serta tumbuhan pengganggu lainnya.
  • Buatlah lubang tanam berukuran 80 x 80 x 80 cm, dan biarkan lubang tanam tersebut selama 2 – 4 minggu. Setelah itu masukkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 20 kg untuk setiap lubang tanam, dan biarkan kembali selama 5 – 7 hari.
  • Selanjutnya bibit jeruk sudah dapat ditanam pada lubang tanam dengan jarak tanam sekitar 5 x 5 meter atay 6 x 6 meter.

Perawatan
  • Jika kondisi tanah tidak seberapa subur, pemupukan harus dilakukan secara kontinyu dan teratur setiap 2 – 3 bulan sekali berupa pupuk kandang atau kompos serta pupuk buatan seperti urea, TSP, KCL dan jenis pupuk lainnya. Jika kondisi tanah subur, pemupukan lanjutan dapat dilakukan setelah tanaman jeruk nipis berumur 4 tahun.
  • Penyiangan tanaman dari rumput dan tumbuhan pengganggu dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi tanah di sekitar tanaman. Untuk membersihkannya dapat digunakan golok, koret atay cangkul.
  • Meskipun tanaman jeruk nipis menyukai tempat terbuka dengan sinar matahari yang cukup, tanaman ini juga membutuhkan air, terutama pada saat sedang berbunga dan berbuah. Disaat tanaman mulai berbunga, buatlah lubang di sekeliling pohon jeruk sedalam 10 – 15 cm dengan jarak sekitar 40 – 50 cm dari batang pohon dan gunakan lubang tersebut untuk menyiram tanaman dengan cara memasukkan air ke dalam lubang tersebut.
  • Agar tajuk pohon jeruk nipis memiliki bentuk yang simetris, lakukan pemangkasan. Dengan bentuk yang simetris, tanaman akan dapat menyerap sinar matahari dengan lebih optimal. Selain itu, pemangkasan juga dapat dipakai untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Cara melakukan pemangkasan adalah dengan memotong batang tanaman setinggi 60 cm dari atas tanah. Pada batang yang terpotong tersebut, nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru. Pilihlah 3 – 4 tunas untuk dijadikan cabang utama/primer, dan buang/pangkas tunas yang lain. Setelah tanaman berumur setahun dan cabang primer sudah terbentuk, lakukan kembali pemangkasan pada cabang tersebut hingga panjangnya hanya tinggal sekitar 20 cm. Dari cabang primer tersebut nantinya akan tumbuh cabang sekunder. Pilihlah 3 – 4 tunas yang akan dijadikan cabang sekunder, dan buang/pangkas tunas yang lain.

Saturday, March 18, 2017

TEKNIK BUDIDAYA UBI CILEMBU

Hasil gambar untuk cara menanam ubi maduA. Pembibitan
Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan secara vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk. Perbanyakan tanaman secara generatif hanya dilakukan pada skala penelitian untuk menghasilkan varietas baru.
1. Persyaratan Bibit
Bahan tanaman (bibit) berupa stek pucuk atau stek batang harus memenuhi syarat sebagai berikut:

    Bibit berasal dari varietas Cilembu ST
    Bahan tanaman berumur 2 bulan atau lebih.
    Bahan tanaman (stek) dapat berasal dari tanaman produksi dan dari tunas-tunas ubi yang secara khusus disemai atau melalui proses penunasan.
    Perbanyakan tanaman dengan stek batang atau stek pucuk secara terus-menerus cenderung menurunkan hasil pada generasi-generasi berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3-5 generasi perbanyakan harus diperbaharui dengan cara menanam atau menunaskan umbi untuk bahan perbanyakan.


2. Penyiapan Bibit

Pilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih, pertumbuhannya sehat dan normal tidak terlalu subur.
Stek dipotong sepanjang 25-30 cm atau 3-4 ruas, diambil dari ujung batang atau cabang dan maksimal 3 stek untuk setiap cabang atau batang bagian tanaman bibit, pemotongan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi
Setelah dipotong, bibit direndam dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 2 g/L larutan selama 5 menit


Pengolahan Tanah
a) Penyiapan Lahan Tegalan

Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma)
Olahan tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar
Biarkan tanah kering selama minimal 1 minggu
Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan
Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air.


b) Penyiapan Lahan Sawah Bekas Tanaman Padi

Babat jerami sebatas permukaan tanah
Tumpuk jerami secara teratur menjadi tumpukan kecil memanjang berjarak 1 meter antar tumpukan
Olah tanah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau bajak, kemudian tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan. Ukuran guludan adalah lebar bawah 60 cm, tinggi 40 cm, lebar atas 40 cm ( untuk ukuran guludan dengan jarak antara gulud 100 cm ) sedangkan untuk jarak antar guludan 80 cm digunakan ukuran lebar bawah 50 cm, lebar atas 30 cm, tinggi guludan 30 cm
Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan. Pembuatan guludan di atas tumpukan jerami atau sisa-sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga ubi dapat berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata. Kelemahan penggunaan jerami adalah pertumbuhan tanaman ubi jalar pada bulan pertama sedikit menguning, namun segera sembuh dan tumbuh normal pada bulan berikutnya.


Bila jerami tidak digunakan sebagai tumpukan guludan, tata laksana penyiapan lahan sebagai berikut :

Babat jerami sebatas permukaan tanah
Singkirkan jerami ke tempat lain untuk dijadikan bahan kompos
Olah tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur
Biarkan tanah kering selama minimal satu minggu
Buat guludan-gululudan berukuran lebar bawah ±60 cm, tinggi 35 cm dan jarak antar guludan 80-100 cm.
Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan.

Hasil gambar untuk cara menanam ubi madu
Hal yang penting diperhatikan dalam pembuatan guludan adalah ukuran tinggi tidak melebihi 40 cm. Guludan yang terlalu tinggi cenderung menyebabkan terbentuknya ubi berukuran panjang dan dalam sehingga menyulitkan pada saat panen. Sebaliknya, guludan yang terlalu dangkal dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan atau perkembangan ubi, dan memudahkan serangan hama boleng Cylas sp.


Teknik Penanaman

Penanaman ubi jalar di lahan kering dilakukan pada awal musim hujan (Oktober), atau awal musim kemarau (Maret) bila keadaan cuaca normal. Dilahan sawah, waktu tanam yang paling tepat adalah segera setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada awal musim kemarau
Penanaman stek dilakukan pagi hari, setelah direndam dalam larutan fungisida, stek sebaiknya searah ( menghadap ke timur ) agar pertumbuhan tanaman menjadi searah
Stek ditanam miring pada guludan, dengan 1/2-2/3 bagian masuk ke dalam tanah. Jarak tanam 30-40 cm
Pada tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30-40 cm.


Pemeliharaan Tanaman
1. Penyulaman
Selama 3 (tiga) minggu setelah ditanam, penanaman ubi jalar harus diamati kontinu, terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang mati harus segera disulam. Cara menyulam adalah dengan mencabut bibit yang mati, kemudian diganti dengan bibit yang baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu tidak terlalu panas. Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat yang teduh.
2. Penyiangan
Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma) yang merupakan pesaing dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahari. Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersamaan dengan penyiangan dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.
Pengendalian gulma dilakukan secara manual menggunakan kored dan cangkul pada umur 2 minggu setelah tanam (MST), 5 MST, dan 8 MST atau dilakukan tergantung dari keadaan rumput
Tata cara penyiangan dan pembumbunan sebagai berikut:

Bersihkan rumput liar (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar.
Gemburkan tanah disekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan.
Timbunkan kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan hingga tanah cukup basah


3. Pemupukan
Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Sebaiknya lahan dipupuk dengan pupuk organik baik pepuk kandang maupun kompos dengan dosis 10.000 - 20.000 ton/ha. Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Sebagai acuan dosis pupuk/ha yang dianjurkan adalah :
- 100 kg N ( ± 200-250 kg Urea)
- 50 Kg P2O5 (± 100-150 kg TSP/SP-36)
- 200 kg K2O (± 300-350 kg KCL)
Pemberian pupuk dilakukan dalam larikan dengan jarak garitan 10 cm dari lubang setek sedalam 5 cm. Waktu pemupukan sebagai berikut:
- Saat tanam : Urea diberikan 1/3 takaran, SP-36, KCL diberikan seluruhnya pada saat tanam.
- Umur 6 minggu setelah tanam ; Urea 1/3 dari takaran
- Umur 12 minggu setelah tanam ; Urea 1/3 dari takaran
4. Pembalikan batang dan pucuk
      Pembalikan batang dan pucuk bertujuan untuk meningkatkan hasil umbi, pembalikan dan pengangkatan batang dilakukan tiap 3 minggu sekali, sebab pada tanaman yang pertumbuhannya subur dalam waktu satu bulan akan menjalar sepanjang 1-1,5 m. Bila batang terus dibiarkan menjalar di atas tanah dengan segera akan tumbuh akar di ketiak-ketiak daun. Akar akan membentuk umbi-umbi kecil yang mengurangi cadangan makanan bagi umbi di batang utama. Pembalikan batang dimaksudkan untuk mematikan akar yang tumbuh pada ketiak daun.

5. Pemangkasan
Tanaman yang terlalu subur perlu dipangkasan sebab tanaman yang daunya terlalu rimbun akan mengurangi hasil umbi. Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan pisau tajam. Mengenai berapa daun yang harus dibuang tidak bisa ditentukan kapasitasnya karena sangat tergantung pada keadaan tanaman. Pemangkasan dilakukan pada sulur-sulur yang merayap dalam saluran di sela-sela bedengan. Hasil pemangkasan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.
6. Pengairan dan Penyiraman
Meskipun ubi jalar tahan kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan air tanah yang memadai.

Seusai tanam, guludan diairi selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah, kemudian airnya dibuang.
Pengairan berikutnya masih diperlukan secara kontinu hingga tanaman berumur 1-2 bulan.
Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan.
Waktu pengairan yang paling baik pagi atau sore hari.
Di daerah yang sumber airnya memadai, pengairan dapat dilakukan kontinu seminggu sekali. Hal yang penting diperhatikan dalam pengairan adalah menghindari agar tanah tidak terlalu becek (air menggenang).

Tuesday, March 14, 2017

CARA MENANAM MELON


Cara menanam melon hidroponik sebenarnya sangat sederhana. Selain nutrisi, hal penting yang harus Anda perhatikan adalah teknik penyemaian. Pastikan benih yang disemai adalah benih terbaik. Cara mengetahui apakah benih atau biji melon ini berkualitas atau tidak adalah dengan cara merendamnya. Bibit yang baik akan tenggelam dan bibit yang tidak baik akan terapung.

Image result for cara menanam melon hidroponik
MELON HIDROPONIK

Langkah selanjutnya, persemaian bisa dilakukan di sebuah wadah berisi kapas basah yang ditempatkan dalam sebuah wadah. Diamkan selama dua sampai tiga hari. Pastikan selalu jaga kelembapan permukaan kapas agar mendapatkan bibit yang terbaik. Tahap penyemaian ini sebenarnya hampir sama dengan cara menanam melon pada umumnya. Hanya saja, medianya tidak menggunakan tanah.






Setelah mendapatkan bibit tanaman hidroponik melon terbaik, Anda bisa menyemainya dan mulai menanamnya secara hidrponik. Pastikan selama tanaman tumbuh, tangki air nutrisi selalu dalam kondisi baik. Semua rangkaian aliran air dari tangki ke media-media tanam tidak boleh terganggu agar melon hidroponik dapat tumbuh dengan baik.



Sangat mudah bukan menanam melon dengan teknik hidroponik? Salah satu keunggulan dari menanam dengan teknik ini adalah biayanya lebih murah dibandingkan dengan menanam secara konvensional. Anda pun tidak perlu membuka lahan yang luas untuk bertani. Demikian adalah uraian sederhana mengenai Cara menanam melon hidroponik.

Bahan dan alat :
-Benih melon (bisa juga dari biji buah segar)
-Wadah semai
-Tissue
-Air bersih (sebaiknya air sumur)
-Cup bekas juice yg dibolong-bolongin bawahnya / cup popmie (gambar 1)
-Potongan Kain bekas/ flanel untuk sumbu cup ukuran kira kira 2cmx20cm (gambar 1)
-Baskom plastik + tripleks yg dibolongin seukuran alas cup (atau box sterofoam yg dibolongin tutupnya) (gambar 1)
-Ab mix sayuran buah dan gelas ukur mililiter
-Sekam bakar + cocopeat (perbandingan 1:1)
-Tali nilon /rafia untuk rambatan dan menggantung buah
-plastik kresek untuk pembungkus buah

Monday, March 13, 2017

CARA MENANAM PEPAYA CALIFORNIA

Cara menaman pepaya ingin berbuah lebat, cepat dan pohon pendek 0.5 -1 m sudah berbuah dan kokoh, kuat dari rebah batang, ini termasuk ilmu baru dan dalam teori pertanian belum di galakkan.

Pupusnya abis di buang di semua pohon
Tanaman pepaya pada usia sekitar 1 bulan atau ketinggian 40~50 cm dipotong pupusnya (daun muda paling atas),  biarkan tumbuh tunas baru.  Tunggu sekitar 10 hari tunas baru akan bermuculan.

Setelah tunas baru tumbuh, batang pohon pepaya dipotong lagi sekitar sisakan  15 cm dari tanah, ketinggian batang pohon pepaya dari tanah tinggal 15 cm .Tunggu 7 hari mulai tumbuh cabang-cabng baru seleksi tunas/cabang yang  baru  yang paling bagus di tinggal satu saja agar tumbuh besar dan buang tunas-tunas lainya, agar zat makanan lari ke tunas yang kita harapkan menjadi batang pokok.

3 Bulan mulai keluar bunga

hasil pemangkasan umur 3-4 bulan sudah bisa berbuah
Pemangkasan batang pepaya saat berumur 1 bulan setelah ditanam dilapangan adalah bertujuan agar meningkatkan produktivitas buah pepaya sehingga berbuah lebat dan pohonya pendek.melalui pemangkasan batang pepaya akan memacu hormon-hormon pertumbuhan dan pembentukan bunga dan buah pada pepaya.pemotongan juga bisa dilakukan pada pohon yang sudah berusia tua agar menjadi muda kembali dan jumlah buah yang dihasilkan oleh tunas baru (setelah pemotongan) akan lebih banyak dari jumlah buah yang dihasilkan oleh pohon pepaya yang tidak dipotong.Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.

Pohon Pendek dan Buah lebat umur 5 bulan, sebentar lagi panen

Silahkan anda mencoba dan mempraktekanya, semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi anda. Budidaya Pepaya California mulai menghasilkan buah siap petik pada usia 7 bulan sampai 9 bulan dengan usia produktif selama 28-30 bulan ( 3 Tahun). Jika Pepaya California sudah berproduksi, kita bisa memanen pepaya segar satu minggu sekali. Setiap pohon bisa menghasilkan buah sekitar 50 kg – 80 kg selama usia produktif. Keungulan lain dari bisnis Budidaya Pepaya California adalah penanaman dengan pola pertanian organik,sehingga memiliki nilai tambah.

Umur 3 tahun produktfitas berkurang.

Nah setelah 3 tahun apakah pohon pepaya harus diganti dengan yang baru?  ada trik agar pepaya california usia produktifnya lebih panjang yaitu dengan cara memangkas batang pohon setinggi 50 cm dari tanah kemudian tutup dengan palstik bekas potongan tadi setelah  3 mingguan kan tumbuh tunas -tunas baru. seleksi satu tunas yang akan dibesarkan setelah 1 bulan tunas itu akan menjadi besar dan mulai berbunga lagi untuk menghasilkan buah, ini yang kami lakukan di kebun percobaan kami. Kita lihat apakah produktifitasnya akan sama dengan sebelum di tebang atau lebih sedikit mari kita amati  perkembangnya. Sambil kita siapkan bibit-bibit baru pengganti pepaya yang sudah tua umurnya.
Memangkas pepaya tidak hanya untuk tujuan meremajakan tanaman tetapi juga untuk meningkatkan produktivitasnya. Menurut pegalaman saya pohon pepaya akan berbuah lebat lagi untuk beberapa tahun selanjutnya lagi. Selain itu mempermudah saya memetik buah pepaya karena pohonnya tidak jadi menjulang tinggi.
Batang pohon pepaya yang dipangkas hingga tingginya tinggal satu meter, diberi pupuk kandang dan disiram setiap hari (jika tak ada hujan). Bekas luka pada batang pohon akibat pemangkasan tadi ditutup dengan kantong plastik untuk mencegah kebusukan. Setelah sekitar kurang lebih tiga minggu sejak dipangkas, akan tumbuh tunas-tunas sedikit di bawah pemangkasan. Biarkan tumbuh membesar tiga tunas  (maksimal) yang sehat dan tidak terlalu rapat, selebihnya dibuang saja. Dengan cara ini tanaman pepaya menjadi pendek, bercabang dan berbunga sempurna.
Setelah tunas samping tumbuh, tutup kantong plastik harus segera dibuka, agar tunas tidak menjadi keriting dan pertumbuhan tunas tidak terganggu.Tanaman pepaya cabang dua hingga tiga ini akan tumbuh dan berbuah normal. masing-masing cabang akan menghasilkan buah, tetapi ukuran buahnya akan lebih kecil daripada sebelumnya. Saat produktivitasnya menurun lagi, cabang-cabangnya dapat dipangkas lagi. Pemangkasan kedua dilakukan sekitar 40 centimeter di atas dasar cabang dan perlakuan selanjutnya adalah sama seperti pada pemangkasan pertama. (Selamat mencoba)
Sumber: Agro buah, Toko Pertanian dan pembibitan