Sunday, September 17, 2017

BUDIDAYA DURIAN MONTONG


petanilokalmandiri.blogspot.com-BUDIDAYA DURIAN MONTONG AGAR CEPAT BERBUAH- Untuk cara agar durian anda berbuah lebat ada beberapa hal yang harus anda ketahui. Mulai dari penanaman, perawatan, sampai pada proses pemanenan. Yang kita targetkan untuk penanaman pembesaran buah agar secara maksimal, terletak pada kesehatan tanaman yang kita budidayakan. Perawatan yang rutin dan kontrol hama dan penyakit. Untuk varietas montong juga ada beberapa jenis, walau anda memiliki bibit yang bagus namun pemeliharaan yang jelek maka percumasaja, buah yang dihasilkan akan menurun.

1. Pemilihan Bibit

Dalam budidaya kita tidak lepas dengan pembibitan dan anda harus memiliki kemampuan memilih bibit yang berkualitas. Ada 2 cara untuk mencari varietas yang bagus dan unggul, anda membuatnya atau anda membelinya.
Membuat benih.
Membuat benih bisa anda mencangkok bagian tanaman durian yang anda perhatikan berproduksi bagus. Anda juga bisa membibitkan mulai dari biji, namun juka anda menanam dari biji ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Jika anda memulai menanam dari biji mungkin berbeda sifat dengan induknya, jadi harus ekstra membuat pembibitan secara benar agar kualitas yang dihasilkan akan bagus.

Membeli bibit durian.
Jika anda tidak ingin repot dan ribet, mungkin pilihan ini cocok untuk anda. Membeli bibit pada toko pertanian atau anda bisa lengsung ke penjual bibit. Tentunya disana tersedia beberapa jenis varietas durian montong yang secara masal di bibitkan oleh mereka. Biasanya bibit yang anda akan beli memiliki sartivikat yang sudah teruji produksinya.

2. Menyiapkan Media Tanam

Media tanam yang baik kan mendukung durian montong anda tumbuh dengan sehat. Seharusnya kita memberikan unsur hara yang cukup dan media tanam yang di inginkan oleh pohon durian. Perhatikan dan cek dari sekarang mulai dari tanah, pH asam dan basa tanah, pengairan, hingga saat panen.

3. Membersihkan Lahan

Bersihkan gulma (rumput) dan bebatuan yang akan kita jadikan lubang tanam. Tanaman durian yang akan kita tanam ini masih kecil, jangan biarkan tanaman ini bersaing dengan tanaman lain yang akan mengganggu pertumbuhan durian montong anda.

4. Membuat Bedengan

Buat lah bedengan dengan ukuran 30 cm, anda bisa menggunakan cangkul dalam langkah ini, buat tanah yang akan ditanam menjadi gembur. Campurkan tanah yang gembur tersebut dengan pupuk kandang, pupuk kompos dan lebih bagus lagi jika anda menambahkan pasir atau sekam padi kedalam campuran media tersebut. Ukuran bedengan yang cocok untuk tanaman anda lebar 1 m dan panjang 2 m, dan dosis pupuk sebanyak 5 kg. Campuran media tanam anda harus didiamkan terlebihdahulu selama 5-7 hari untuk bisa dipakai.

5. Perhatikan Jarak Antar Tanaman

Ukuran jarak antar tanaman yang bagus antara 19-12 meter. Luas lahan yang digunakan sangat berguna sekali ketika tanaman anda sudah besar apalagi ketika tanaman sudah mulai berbunga dan berbuah.

6. Cara Menanam yang Benar

Saya anggap anda sudah memiliki bibit dan membuatnya siap untuk ditam. Biasanya bibit durian yang sudah siap untuk ditanam memiliki ukuran tinggi 75 cm sampai 160 cm. Hati-hati ketika anda menanamnya, karena anda bisa merusak tanaman tersebut. Jika tanaman anda dalam polybag maka sobek terlebih dahulu menggunakan pisau dan jangan sampai melukai perakaran, biarkan tanah yang menempel dalam perakaran, tanah yang menempel di perakaran berfungsi sebagai pembantu adaptasi bibit durian pada lingkungan barunya.
Penanaman yang di perlukan dengan mengubur pada batas leher batang. Tutup bagian atas bedengan dengan jerami kemudian siram. Tidak sampai disitu, anda juga harus membuat nanguan agar tanaman durian anda tidak kering dan tidak mati, pastikan kelembaban yang sesuai pada media.

7. Pemeliharaan Pohon Durian Montong

Dalam tahapan baru ini mengkin tanaman kita sedikit manja dan membutuhkan perhatian anda. Perlakuan yang anda berrikan agar perawatan ini bisa dilakukan dengan baik maka anda harus melakukan penyiangan secara perkala. Penyiangan dapat mencegah persaingan yang dapat menghambat tanaman anda.
Pemupukan
Pemupukan dengan durian bisa dibuat dengan solokan. Buatlah solokan yang ditujukan pada pemupukan, solokan yang sudah jadi kemudian anda bisa menaburkan pupuk kedalamnya. Solokan ini lebih baik anda buat melingkar dan mengelilingi tanaman anda jadi pupuk mudah ditemukan oleh akar durian. Untuk tahapan pertama anda tidak perlu memberikan pupuk non-organik, jika umur tanaman anda berumur tiga bulan baru anda bisa menambahkan pupuk NPK sebanyak 200 gram per tanaman. Untuk selanjutnya anda memberikan pupuk setengah tahun sekali dengan dosis yang lebih besar karena kebutuhan tanaman saat ini lebih suka makan. Saya sarankana anda menggunakan pupuk organik dalam hal pemupukan.

Penyiraman
Penyiraman untuk tanaman yang baru anda tanam dan dirasa masih kecil, lebihbaik anda melakukan penyiraman pada pagi atau sore hari. Namun jika tanaman sudah besar mungkin sedikit tidak merepotkan anda karena mereka bisa mencarinya sendiri. Lihat kelembaban tanah, jika masih lembab maka penyiraman tidak perlu kita gunakan.

Sunday, August 6, 2017

BUDIDAYA JAMBU JAMAIKA

sebelum menanam jambu bol jamaika kita harus mengetahui dulu bagaimana sifat dan syarat untuk menanam jambu bol jamaika. Menurut sentra informasi ilmu pengetahuan dan teknologi Syarat untuk tanaman jambu bol adalah sebagai berikut:
Hasil gambar untuk jambu bol jamaika
Iklim
Tanaman jambu bol dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki curah hujan 500–3.000 mm/tahun.
Tanaman Jambu bol jamika memerlukan intensitas cahaya matahari sebesar 40-80%, jadi tanamlah di area yang banyak sinar matahari.
Temperatur yang ideal untuk pertumbuhan tanaman jambu bol adalah 18–28°C dengan Kelembaban udara antara 50–80%.

Media Tanam
Tanah yang cocok untuk menanam jambu bol jamika adalah tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik.
Tanah Inseptisol sangat baik, sedangkan tanah yang tidak terlalu subur seperti Ultisol dan Oksisol (Podsolik Merah Kuning) masih baik untuk budidaya jambu bol setelah diberi pupuk dan kapur.
Tanah untuk tanaman jambu bol dengan keasaman (pH) antara 5,5-7,5 sangat cocok untuk pertumbuhannya.

Ketinggian Tempat
Tanaman jambu bol bisa ditanamn di berbagai tempat karena mempunyai daya adaptasi yang sangat besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai ketinggian 1.200 m dpl.

Setelah mengetahui sifat dan syarat jambu bol, kini saatnya mengetahui bagaimana teknik penanaman jambu bol jamaika:
Hasil gambar untuk jambu bol jamaika


  1. Siapkan bibt tanaman jambu bol jamaika, jika belum punya segera beli di tukang bibit tanaman,
  2. Setelah tanaman bibit jambu bol didapatkan saatnya menggali tanah untuk Pembuatan Lubang Tanam. Lubang tanam dibuat dengan menggali lahan berukuran 50x50x50 cm
  3. Taburkan insektisida 100 gram Furadan 3 G dan 100-150 gram campuran urea, SP-36 dan KCl (2:1:1) ke dalam lubang tanam. Kalau tidak ada pakai pupuk kandang saja yaitu memasukan kotoran kambing ke dalam lubang.
  4. Sobek polybag
  5. keluarkan bibit beserta tanahnya dan tanamkan pada lubang.
  6. Siram secukupnya
  7. Timbun dengan tanah sampai pangkal batang.
  8. Padatkan tanah di sekitar batang.
  9. Pasang tiang penyangga di sisi kiri/kanan dan ikat tanaman jambu bol jamaika ke tiang penyangga.
  10. Siram jambu jamaika setiap pagi dan sore selama 1 bulan
  11. Setelah 1 bulan siram sehari sekali
  12. Setelah 2 bulan siram 2 kali sehari
  13. Berikan pupuk dan semprot dengan pembasmi hama, dan perangsang daun.
  14. Setelah 3 bulan lebih siram dan kasih pupuk secukupnya.
  15. Bersihkan di area pangkal pohon dari rumput dan kotoran lainnya




Saturday, August 5, 2017

BUDIDAYA JAMBU MADU

Jambu madu memiliki tiga jenis:
 1. yang pertama adalah jenis jambu madu DELI HIJAU
     Jambu madu Deli Hijau adalah jambu air madu yang berwarna hijau yang memiliki tingkat kemanisan yang luar biasa, karna memeng kita sudah sama mengetahui jika jambu memang sudah diteliti oleh Universitas Sumatera Utara memiliki tingkat kemanisan yang dapat mengalahkan kemanisan dari buah lainnya seperti Apel dan lain sebagainya. jambu madu hijau juga tidak memiliki biji didalamnya dan memiliki daging yang rapuh yang membuat lezit saat dimakan. perbedaan yang sangat mendasar dibandingkan dengan jambu madu lainnya adalah jambu madu Deli Hijau ini yang pertama, lebih cepat berbuah, jika bibit yang ditanam itu berumur 3-4 bulan mulai pencangkokan yang biasanya memiliki tinggi sekitar 60-70 cm, maka ia akan berbuah pada umur 8-9 bulan dengan perawatan yang standat (sesuai dengan pembicaraan kita sebelumnya). kemudian yang kedua adalah jauh lebih lebat buahnya walau memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan jambu madu lainnya.
Foto Husna Pradana.

2. Jambu madu KESUMA MERAH
      Sesuai dengan namanya jambu Kesuma Merah adalah jambu madu air yang berwarna merah, memiliki tingkat kerapuhan yang sangat tinggi, menurut saya hal ini lah yang sagat membedakan dengan jambu madu lainnya, kerapuhan terkadang membuat kita sulit untuk memecahkan jambu ini ketika ingin dimakan, kemudian yang membedakaknnya dengan yang lain adalah ketiadaan lubang didalam jambu madu kesuma merah ini, jangankan biji lubangnya saja tidak ada sehingga dagingnya padat dan sangat rapuh, selain itu warnanya yang merah membuat para pelanggan lebih memilih jambu ini. Namun jambu kesuma merah ini memiliki waktu yang lebih lama berbuahnya, hal ini dikarenakan pohonnya yang besar dibandingkan dengan jambu madu deli hijau.
Foto Ocha.

3. Jambu Madu SUPER GREEN ( Jambu Madu Super)
         Dari nama jambu madu ini mungkin sudah terbayang dalam pikiran kita yaitu jambu madu yang super alias yang besar dan berwarnanya hijau. besarnya jambu madu ini dapat mencapai ukuran satu botol aqua gelas, kalau ditimbang beratnya 1 kg 4 buah, selain besar bentuknya juga panjang hal ini dapat kita lihat dari gambar jambu diatas. walau ukurannya besar namun tidak mengurangi rasa manis yang terdapat pada jambu madu ini, jika anda memakan jambu madu Super Green ini maka manisnya akan terasa dari atas sampai ke bawah. jika kita lihat dari warna memang sama dengan jambu madu Deli Hijau tetapi jika sudah tua atau masak jambu ini akan sedikit berwarna hijau kekuning-kuningan. kemudian waktu berbuah jambu ini dapat disamakan dengan jambu madu Kesuma Merah yaitu waktunya sekitar 13-15 bulan berbuah, dan karena  buahnya besar-besar maka jambunya juga tak selebat jambu madu Deli Hijau, tetapi karena pohonnya terbilag lebih besar maka jambunya juga dapat berbuah dengan banyak.
Foto Alafuw Nor Indrano.

Sunday, April 2, 2017

BUDI DAYA JAMBU BANGKOK

I.   CARA TANAM Bibit

Hasil gambar untuk jambu bangkok

Sejak awal jambu bangkok memang harus diperhatikan sungguh-sungguh. Misalnya, pembuatan lubang tanam, harus lebar dan dalam, maksudnya supaya akar tanaman cukup leluasa mencari makan. Tanah galian juga mesti dipupuk supaya tanmaan mendapat makanan yang cukup.

1.  Membuat Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat berukuran : 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Tanah galian digundukkan di sisi lubang. Gundukan tanah bagian atas harus terpisah dari gundukan tanah galian bawah. Tanah bagian atas berasal dari galian sedalam 20-30 cm. Lubang tanam hendaknya dibiarkan dulu paling tidak seminggu agar cukup kena angin dan sinar matahari. Dengan demikian, diharapkan kalau ada jasad renik yang bisa mengganggu akar tanaman kelak, bisa mati.
2.  Memupuk tanah galian

Tanah galian bagian atas diambil dan dicampur pupuk kandang yang sudah matang dan pasir, dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah pencampuran tanah galian dibiarkan 3-7 hari sambil menunggu lubang tanam cukup mendapat “angin” dan sinar matahari.
3.  Menutup lubang tanam
Kira-kira 7 hari setelah penggalian dan pencampuran pupuk, lubang tanam siap diuruk lagi. Namun sebelumnya, dasar lubang tanam perlu ditaburi pupuk KCl sebanyak 300 g dan di atasnya ditaburi pupuk kandang kira-kira setebal 20 cm, baru kemudian tanah galian diurukkan di atasnya hingga memenuhi lubang tanam lalu dipadatkan dengan cara disiram air sampai cukup merata basahnya. Agar tanah itu betul-betul “stabil”, selama 3 hari berturut-turut, urukan perlu disiram terus sekali sehari.
4.  Menanam bibit
Tiga hari setelah pengurukan dan tanah sudah stabil, penanaman mulai dilakukan.
  • a.    Mula-mula digali lubang seukuran kantung plastik tempat bibit;
  • b.    Setelah lubang persis di tengah-tengah ukuran selesai digali, kantung plastik bibit dibuang dulu sebelum bibit berikut tanahnya ditanam di lubang itu. Tanah di sekitar tanaman baru itu kemudian dipadatkan dengan tangan;
  • c.    Untuk mengurangi penguapan, dan juga untuk mengurangi pelarutan pupuk oleh siraman air, di atas urukan ditaburi tanah galian yang tersisa, kira-kira setebal 10 cm.

Thursday, March 23, 2017

Budidaya Jeruk Bali

Pembibitan
Tanaman jeruk nipis dapat dikembangbiakkan dengan 3 cara, yakni dengan cara generatif, vegetatif, serta gabungan dari kedua cara tersebut.

    Hasil gambar untuk Syarat Ideal Untuk Budidaya Jeruk Bali

Sebetulnya teknik budidaya jeruk bali sama dengan jenis jeruk lainnya, seperti jeruk lemon maupun jeruk nipis. Berikut ini beberapa syarat tumbuh buah hasil budidaya jeruk bali :

1. Pastikan lahan budidaya jeruk bali tidak sempit karena satu pohon jeruk bali membutuhkan area sekitar 7×8 meter agar tumbuh optimal dan berbuah banyak.

2. Pastikan lahan budidaya jeruk bali ditanam di area bersuhu maksimal 30 derajat celcius.

3. Buah jeruk bali paling baik jika ditanam di daerah dataran tinggi. Namun demikian, di dataran rendah pun budidaya jeruk bali dapat dilakukan asalkan cukup air, banyak sinar matahari dan bebas hama.

4. Tanaman di kebun budidaya jeruk bali membutuhkan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.

5. Lahan budidaya jeruk bali yang paling baik adalah jenis tanah lempung berpasir.

6. Tanaman ini tidak terlalu menyukai angin karena dapat merontokkan buah.dan bunga.

7. Kebun budidaya jeruk bali idealnya memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 5,5 hingga 6,5.

8. Tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang sehingga diperlukan drainase yang baik di kebun budidaya jeruk bali.

Pedoman Teknis Budidaya Jeruk Bali

Seperti halnya membudidayakan jenis tanaman lain, budidaya jeruk bali juga dapat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam budidaya jeruk bali ialah penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan penyiraman (perawatan) serta pemanenan. Berikut ini ulasannya :

Penyiapan Lahan Budidaya Jeruk Bali
Budidaya jeruk bali juga membutuhkan lahan yang subur dan gembur. Untuk itu, sebelum Anda mulai menanam bibit jeruk bali Anda, penggemburan dapat Anda lakukan dengan cara
  • Cara generatif dilakukan dengan mengambil biji dari buah jeruk nipis yang sudah tua. Biji tersebut dikeringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari selama 2 - 3 hari sampai lender yang menyelimuti biji tersebut hilang. Biji yang sudah kering tersebut selanjutnya ditanam di ladang persemaian. Cara generatif ini memiliki kekurangan, yakni butuh waktu yang lama, sekitar 5 – 6 tahun, untuk menunggu tanaman jeruk nipis berbuah. Kelebihannya, batang pohon yang diperoleh dengan cara generatif ukurannya lebih besar dan lebih kokoh.
  • Cara Vegetatif dilakukan dengan mencangkok cabang atau ranting pohon jeruk nipis untuk ditanam di lahan tanam. Cabang atau ranting yang akan dicangkok harus dipilih yang umurnya sedang, tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua. Kuliti cabang/ranting tersebut sepanjang 5 – 10 cm, dan kerat kambiumnya sampai bersih, lalu angin-anginkan selama 1 x 24 jam. Setelah itu, tutup bagian cabang/ranting yang telah dikuliti dengan tanah dan bungkus menggunakan sabut kelapa. Ikat kedua ujung sabut tersebut seperti mengikat permen, dan jaga kelembaban cangkokan dengan menyiramnya setiap hari. Setelah tumbuh banyak akar pada cangkokan, potong cabang/ranting yang dicangkok dan tanamlah di lahan tanam. Tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pencangkokan akan lebih cepat berbuah, namun memiliki batang yang rapuh, dan lebih mudah terserang penyakit.
  • Cara pembibitan dengan menggabungkan cara generatif dan vegetatif disebut juga okulasi. Cara ini dapat dilakukan jika ada tanaman jeruk nipis yang diperoleh dari pembibitan secara generatif yang memiliki batang kuat dan tahan penyakit. Untuk melakukan okulasi, ambillah mata tunas dari pohon jeruk nipis (bisa juga jenis jeruk lainnya) yang buahnya besar dengan cara mengirisnya dari batang sedalam 1,5 cm. Bersihkan ujung-ujung irisan tersebut hingga berbentuk segi empat. Buat pula lubang segiempat dengan ukuran yang sama pada batang induk dan masukkan irisan mata tunas tadi ke lubang batang induk. Saat memasukkan atau menempel irisan mata tunas ke batang induk, jaga agar tidak ada kotoran yang menempel pada kambium, karena akan mengganggu proses pertumbuhan mata tunas. Setelah mata tunas ditempelkan, ikat dengan tali plastik. Dua minggu setelah proses okulasi, hasilnya sudah bisa dilihat, apakah berhasil atau tidak. Jika berhasil, mata tunas tersebut akan berwarna hijau segar dan melekat dengan sempurna pada batang induk.
Penanaman
Hasil gambar untuk Syarat Ideal Untuk Budidaya Jeruk Bali

Sebetulnya teknik budidaya jeruk bali sama dengan jenis jeruk lainnya, seperti jeruk lemon maupun jeruk nipis. Berikut ini beberapa syarat tumbuh buah hasil budidaya jeruk bali :

1. Pastikan lahan budidaya jeruk bali tidak sempit karena satu pohon jeruk bali membutuhkan area sekitar 7×8 meter agar tumbuh optimal dan berbuah banyak.

2. Pastikan lahan budidaya jeruk bali ditanam di area bersuhu maksimal 30 derajat celcius.

3. Buah jeruk bali paling baik jika ditanam di daerah dataran tinggi. Namun demikian, di dataran rendah pun budidaya jeruk bali dapat dilakukan asalkan cukup air, banyak sinar matahari dan bebas hama.

4. Tanaman di kebun budidaya jeruk bali membutuhkan banyak sinar matahari sepanjang hidupnya.

5. Lahan budidaya jeruk bali yang paling baik adalah jenis tanah lempung berpasir.

6. Tanaman ini tidak terlalu menyukai angin karena dapat merontokkan buah.dan bunga.

7. Kebun budidaya jeruk bali idealnya memiliki keasaman tanah (pH) sekitar 5,5 hingga 6,5.

8. Tanaman ini tidak menyukai air yang menggenang sehingga diperlukan drainase yang baik di kebun budidaya jeruk bali.

Pedoman Teknis Budidaya Jeruk Bali

Seperti halnya membudidayakan jenis tanaman lain, budidaya jeruk bali juga dapat dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan dalam budidaya jeruk bali ialah penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemupukan dan penyiraman (perawatan) serta pemanenan. Berikut ini ulasannya :

Penyiapan Lahan Budidaya Jeruk Bali
Budidaya jeruk bali juga membutuhkan lahan yang subur dan gembur. Untuk itu, sebelum Anda mulai menanam bibit jeruk bali Anda, penggemburan dapat Anda lakukan dengan cara
  • Untuk proses penanaman bibit jeruk nipis, baik yang diperoleh dengan cara generatif maupun vegetatif dilakukan dengan terlebih dahulu mengolah lahan tanam. Pilihlah lokasi tanam yang baik, bersihkan dari rumput serta tumbuhan pengganggu lainnya.
  • Buatlah lubang tanam berukuran 80 x 80 x 80 cm, dan biarkan lubang tanam tersebut selama 2 – 4 minggu. Setelah itu masukkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 20 kg untuk setiap lubang tanam, dan biarkan kembali selama 5 – 7 hari.
  • Selanjutnya bibit jeruk sudah dapat ditanam pada lubang tanam dengan jarak tanam sekitar 5 x 5 meter atay 6 x 6 meter.

Perawatan
  • Jika kondisi tanah tidak seberapa subur, pemupukan harus dilakukan secara kontinyu dan teratur setiap 2 – 3 bulan sekali berupa pupuk kandang atau kompos serta pupuk buatan seperti urea, TSP, KCL dan jenis pupuk lainnya. Jika kondisi tanah subur, pemupukan lanjutan dapat dilakukan setelah tanaman jeruk nipis berumur 4 tahun.
  • Penyiangan tanaman dari rumput dan tumbuhan pengganggu dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kondisi tanah di sekitar tanaman. Untuk membersihkannya dapat digunakan golok, koret atay cangkul.
  • Meskipun tanaman jeruk nipis menyukai tempat terbuka dengan sinar matahari yang cukup, tanaman ini juga membutuhkan air, terutama pada saat sedang berbunga dan berbuah. Disaat tanaman mulai berbunga, buatlah lubang di sekeliling pohon jeruk sedalam 10 – 15 cm dengan jarak sekitar 40 – 50 cm dari batang pohon dan gunakan lubang tersebut untuk menyiram tanaman dengan cara memasukkan air ke dalam lubang tersebut.
  • Agar tajuk pohon jeruk nipis memiliki bentuk yang simetris, lakukan pemangkasan. Dengan bentuk yang simetris, tanaman akan dapat menyerap sinar matahari dengan lebih optimal. Selain itu, pemangkasan juga dapat dipakai untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Cara melakukan pemangkasan adalah dengan memotong batang tanaman setinggi 60 cm dari atas tanah. Pada batang yang terpotong tersebut, nantinya akan tumbuh tunas-tunas baru. Pilihlah 3 – 4 tunas untuk dijadikan cabang utama/primer, dan buang/pangkas tunas yang lain. Setelah tanaman berumur setahun dan cabang primer sudah terbentuk, lakukan kembali pemangkasan pada cabang tersebut hingga panjangnya hanya tinggal sekitar 20 cm. Dari cabang primer tersebut nantinya akan tumbuh cabang sekunder. Pilihlah 3 – 4 tunas yang akan dijadikan cabang sekunder, dan buang/pangkas tunas yang lain.

Saturday, March 18, 2017

TEKNIK BUDIDAYA UBI CILEMBU

Hasil gambar untuk cara menanam ubi maduA. Pembibitan
Tanaman ubi jalar dapat diperbanyak secara generatif dengan biji dan secara vegetatif berupa stek batang atau stek pucuk. Perbanyakan tanaman secara generatif hanya dilakukan pada skala penelitian untuk menghasilkan varietas baru.
1. Persyaratan Bibit
Bahan tanaman (bibit) berupa stek pucuk atau stek batang harus memenuhi syarat sebagai berikut:

    Bibit berasal dari varietas Cilembu ST
    Bahan tanaman berumur 2 bulan atau lebih.
    Bahan tanaman (stek) dapat berasal dari tanaman produksi dan dari tunas-tunas ubi yang secara khusus disemai atau melalui proses penunasan.
    Perbanyakan tanaman dengan stek batang atau stek pucuk secara terus-menerus cenderung menurunkan hasil pada generasi-generasi berikutnya. Oleh karena itu, setelah 3-5 generasi perbanyakan harus diperbaharui dengan cara menanam atau menunaskan umbi untuk bahan perbanyakan.


2. Penyiapan Bibit

Pilih tanaman ubi jalar yang sudah berumur 2 bulan atau lebih, pertumbuhannya sehat dan normal tidak terlalu subur.
Stek dipotong sepanjang 25-30 cm atau 3-4 ruas, diambil dari ujung batang atau cabang dan maksimal 3 stek untuk setiap cabang atau batang bagian tanaman bibit, pemotongan menggunakan pisau yang tajam, dan dilakukan pada pagi
Setelah dipotong, bibit direndam dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 2 g/L larutan selama 5 menit


Pengolahan Tanah
a) Penyiapan Lahan Tegalan

Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar (gulma)
Olahan tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur sambil membenamkan rumput-rumput liar
Biarkan tanah kering selama minimal 1 minggu
Buat guludan-guludan dengan ukuran lebar bawah 60 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar guludan 70-100 cm, dan panjang guludan disesuaikan dengan keadaan lahan
Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air.


b) Penyiapan Lahan Sawah Bekas Tanaman Padi

Babat jerami sebatas permukaan tanah
Tumpuk jerami secara teratur menjadi tumpukan kecil memanjang berjarak 1 meter antar tumpukan
Olah tanah di luar bidang tumpukan jerami dengan cangkul atau bajak, kemudian tanahnya ditimbunkan pada tumpukan jerami sambil membentuk guludan. Ukuran guludan adalah lebar bawah 60 cm, tinggi 40 cm, lebar atas 40 cm ( untuk ukuran guludan dengan jarak antara gulud 100 cm ) sedangkan untuk jarak antar guludan 80 cm digunakan ukuran lebar bawah 50 cm, lebar atas 30 cm, tinggi guludan 30 cm
Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan. Pembuatan guludan di atas tumpukan jerami atau sisa-sisa tanaman dapat menambah bahan organik tanah yang berpengaruh baik terhadap struktur dan kesuburan tanah sehingga ubi dapat berkembang dengan baik dan permukaan kulit ubi rata. Kelemahan penggunaan jerami adalah pertumbuhan tanaman ubi jalar pada bulan pertama sedikit menguning, namun segera sembuh dan tumbuh normal pada bulan berikutnya.


Bila jerami tidak digunakan sebagai tumpukan guludan, tata laksana penyiapan lahan sebagai berikut :

Babat jerami sebatas permukaan tanah
Singkirkan jerami ke tempat lain untuk dijadikan bahan kompos
Olah tanah dengan cangkul atau bajak hingga gembur
Biarkan tanah kering selama minimal satu minggu
Buat guludan-gululudan berukuran lebar bawah ±60 cm, tinggi 35 cm dan jarak antar guludan 80-100 cm.
Rapikan guludan sambil memperbaiki saluran air antar guludan.

Hasil gambar untuk cara menanam ubi madu
Hal yang penting diperhatikan dalam pembuatan guludan adalah ukuran tinggi tidak melebihi 40 cm. Guludan yang terlalu tinggi cenderung menyebabkan terbentuknya ubi berukuran panjang dan dalam sehingga menyulitkan pada saat panen. Sebaliknya, guludan yang terlalu dangkal dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan atau perkembangan ubi, dan memudahkan serangan hama boleng Cylas sp.


Teknik Penanaman

Penanaman ubi jalar di lahan kering dilakukan pada awal musim hujan (Oktober), atau awal musim kemarau (Maret) bila keadaan cuaca normal. Dilahan sawah, waktu tanam yang paling tepat adalah segera setelah padi rendengan atau padi gadu, yakni pada awal musim kemarau
Penanaman stek dilakukan pagi hari, setelah direndam dalam larutan fungisida, stek sebaiknya searah ( menghadap ke timur ) agar pertumbuhan tanaman menjadi searah
Stek ditanam miring pada guludan, dengan 1/2-2/3 bagian masuk ke dalam tanah. Jarak tanam 30-40 cm
Pada tiap bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30-40 cm.


Pemeliharaan Tanaman
1. Penyulaman
Selama 3 (tiga) minggu setelah ditanam, penanaman ubi jalar harus diamati kontinu, terutama bibit yang mati atau tumbuh secara abnormal. Bibit yang mati harus segera disulam. Cara menyulam adalah dengan mencabut bibit yang mati, kemudian diganti dengan bibit yang baru. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, pada saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu tidak terlalu panas. Bibit (setek) untuk penyulaman sebelumnya dipersiapkan atau ditanam ditempat yang teduh.
2. Penyiangan
Pada sistem tanam tanpa mulsa jerami, lahan biasanya mudah ditumbuhi rumput liar (gulma) yang merupakan pesaing dalam pemenuhan kebutuhan akan air, unsur hara, dan sinar matahari. Oleh karena itu, gulma harus segera disiangi. Bersamaan dengan penyiangan dilakukan pembumbunan, yaitu menggemburkan tanah guludan, kemudian ditimbunkan pada guludan tersebut.
Pengendalian gulma dilakukan secara manual menggunakan kored dan cangkul pada umur 2 minggu setelah tanam (MST), 5 MST, dan 8 MST atau dilakukan tergantung dari keadaan rumput
Tata cara penyiangan dan pembumbunan sebagai berikut:

Bersihkan rumput liar (gulma) dengan kored atau cangkul secara hati-hati agar tidak merusak akar.
Gemburkan tanah disekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan, kemudian tanahnya diturunkan ke dalam saluran antar guludan.
Timbunkan kembali tanah ke guludan semula, kemudian lakukan pengairan hingga tanah cukup basah


3. Pemupukan
Pemupukan bertujuan menggantikan unsur hara yang terangkut saat panen, menambah kesuburan tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Sebaiknya lahan dipupuk dengan pupuk organik baik pepuk kandang maupun kompos dengan dosis 10.000 - 20.000 ton/ha. Dosis pupuk yang tepat harus berdasarkan hasil analisis tanah atau tanaman di daerah setempat. Sebagai acuan dosis pupuk/ha yang dianjurkan adalah :
- 100 kg N ( ± 200-250 kg Urea)
- 50 Kg P2O5 (± 100-150 kg TSP/SP-36)
- 200 kg K2O (± 300-350 kg KCL)
Pemberian pupuk dilakukan dalam larikan dengan jarak garitan 10 cm dari lubang setek sedalam 5 cm. Waktu pemupukan sebagai berikut:
- Saat tanam : Urea diberikan 1/3 takaran, SP-36, KCL diberikan seluruhnya pada saat tanam.
- Umur 6 minggu setelah tanam ; Urea 1/3 dari takaran
- Umur 12 minggu setelah tanam ; Urea 1/3 dari takaran
4. Pembalikan batang dan pucuk
      Pembalikan batang dan pucuk bertujuan untuk meningkatkan hasil umbi, pembalikan dan pengangkatan batang dilakukan tiap 3 minggu sekali, sebab pada tanaman yang pertumbuhannya subur dalam waktu satu bulan akan menjalar sepanjang 1-1,5 m. Bila batang terus dibiarkan menjalar di atas tanah dengan segera akan tumbuh akar di ketiak-ketiak daun. Akar akan membentuk umbi-umbi kecil yang mengurangi cadangan makanan bagi umbi di batang utama. Pembalikan batang dimaksudkan untuk mematikan akar yang tumbuh pada ketiak daun.

5. Pemangkasan
Tanaman yang terlalu subur perlu dipangkasan sebab tanaman yang daunya terlalu rimbun akan mengurangi hasil umbi. Pemangkasan dilakukan dengan menggunakan pisau tajam. Mengenai berapa daun yang harus dibuang tidak bisa ditentukan kapasitasnya karena sangat tergantung pada keadaan tanaman. Pemangkasan dilakukan pada sulur-sulur yang merayap dalam saluran di sela-sela bedengan. Hasil pemangkasan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak.
6. Pengairan dan Penyiraman
Meskipun ubi jalar tahan kekeringan, fase awal pertumbuhan memerlukan air tanah yang memadai.

Seusai tanam, guludan diairi selama 15-30 menit hingga tanah cukup basah, kemudian airnya dibuang.
Pengairan berikutnya masih diperlukan secara kontinu hingga tanaman berumur 1-2 bulan.
Pada periode pembentukan dan perkembangan ubi, yaitu umur 2-3 minggu sebelum panen, pengairan dikurangi atau dihentikan.
Waktu pengairan yang paling baik pagi atau sore hari.
Di daerah yang sumber airnya memadai, pengairan dapat dilakukan kontinu seminggu sekali. Hal yang penting diperhatikan dalam pengairan adalah menghindari agar tanah tidak terlalu becek (air menggenang).